Hukum Indonesia, Hitam atau Putih, Haruskah melihat wilayah abu-abu??

15Jun08

Sebagai seorang mahasiswa FISIP, saia mempunyai paradigma tersendiri tentang hukum. bagi mahasiswa hukum, mungkin hukum hanya mengenal hitam atau putih saja, Benar atau salah, namun bagi saia alangkah lebih baik jika hukum menjamah wilayah abu-abu.

suatu ketika ada sepasang suami istri yang sangat miskin. mereka mempunyai seorang anak yang masih bayi. Kesulitan ekonomi membuat mereka merasa terhimpit. Untuk makan sehari-hari saja susahnya bukan main. Sang suami hanya menarik becak saja. Sedangkan istrinya tak mampu melakukan apapun untuk membantu mencari nafkah suaminya.

Suatu hari, sang istri sakit karena sudah tidak makan 2 hari, begitupun sang bayi yang tidak lagi diberi asi karena sang ibu tak mampu lagi menghasilkan asi. Suami yang merasa harus bertanggungjawab terhadap keluarganya mulai resah dan bingung harus bagaimana. Bayangkan!! Betapa menderitanya mereka..

kehabisan akal, sang suami memutuskan mencuri makanan saat dia melewati sebuah restoran. hal itu dia lakukan hanya untuk sekedar memberi makan istrinya. Demi menyelamatkan jiwa dua orang yang sangat dia kasihi dalam hidupnya. Naas, sang suami kepergok oleh seorang pelayan restoran. Tertangkaplah dia dan dibawalah dia ke kantor polisi.

Diadakanlah persidangan untuk kasus pencurian makanan yang dia lakukan. Dia terkena pasal 362 yaitu,
“barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun…” alhasil, dia dihukum penjara 5 tahun.
Persidangan berlangsung cepat dan tidak ada tarik ulur. semua diputuskan dalam waktu sekali sidang. karena nasib naas sang suami, matilah sang bayi, sang istri yang tak berdayapun hampir gila. Lihat akibat hukum yang hanya hitam atau putih saja. Padahal motiv dia mencuri hanya untuk memberi makan istri dan anaknya yang hampir mati. Bukankah HAM melindungi hak hidup setiap manusia?

Di sisi lain, di sebuah penjara wanita. Ada seorang wanita yang dipenjara karena kasus penyuapan terhadap seorang jaksa. Wanita itu bisa menyuap, pastilah dia orang yang sangat berada. Di penjara, mandi saja dia tak sudi memakai air yang disediakan LP. Dia mandi dengan air mineral. Makan?? apalagi itu. harus memesan makanan mewah dari luar LP. Kasusnya disidangkan secara berbelit2, prosesnya lama, dan selalu terkesan tarik ulur.

Lalu, seperti apa sebenarnya keadilan itu? Seperti apa hukum berlaku di Indonesia? Kenapa jika rakyat miskin yang terkena kasus, begitu cepat proses hukum baginya, tanpa melihat motiv dia melakukan tidak pidana tersebut? Apa hukum tidak melihat akibat sosial yang akan timbul saat memutuskan sesuatu? Kemudian, bagaimana dengan tindak pidana wanita penyuap tadi? Jelas-jelas salah dan jelas motivnya kejahatan, kenapa persidangan begitu panjang dan tarik ulur?

Wilayah abu-abu yang tidak terjamah hukum, bisa saja mengakibatkan dampak sosial yang buruk bagi rakyat jelata yang miskin yang mungkin hanya terpaksa melakukan tindak pidana demi menyelamatkan jiwa seseorang…



4 Responses to “Hukum Indonesia, Hitam atau Putih, Haruskah melihat wilayah abu-abu??”

  1. 1 Enkz

    Subhanallah,menyentuh banget. Speechless dech,ga bs komentar apa-apa lagi.. Salut pokoknya ma riz🙂

  2. 2 h_peace

    hukum tetaplah hukum…
    so bagi yang melakukan tindak kriminal haruslah tetap dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya..dan diproses sesuai aturan yang berlaku…

  3. asalamualaikum kunjungi terus http://www.desasalafy.co.cc moga bermanfaat

  4. 4 p3ck

    HUKUM Indonesia emang bobrok banget. sama kayak pejabat2 yang sialan itu, yang kerjanya cuman menggerogoti duit rakyat doank. moga aja cepat sadar. AMIN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: