AMALAN SEBELUM PUASA

31Aug08

Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh,

Rekan2 fillah, seperti yang sudah biasa kita saksikan dimana-mana, bahwa
menjelang bulan ramadhan, kuburan dimana2 penuh orang, jalanan disekitar
kuburan macet karena penuhnya orang2 awam agama yang berziarah. Juga
kita lihat jaman sekarang, saling sms untuk saling maaf-maafaan. Atau
bersilaturahmi diantara mereka.

Nah, sekarang kita tanya? Perbuatan mereka ada dasar syariatnya tidak?
Kalau mereka jawab :  ” oh …itu bukan syariat islam kok, itu hanya
tradisi nenek moyang kami”….maka kita jawab, kalau tidak ada kaitannya
dengan syariat, mengapa harus dikaitkan dengan ramadhan?

Adapun kalau mereka menjawab : “wah…kata guru ngaji saya….atau kata
ustadz saya….atau kata kiyai saya…atau kata orang tua saya,…atau kata
kakek nenek saya, kalau mau ramadhan sebaiknya bermaaf2an dulu dan
ziarah kubur”. Maka kita jawab guru ngaji yang mana? Ustadz yang mana?
Kiyai yang mana? Itu ustadz belajar ilmu hadits nggak?

Perlu diketahui, tidak semua guru ngaji, atau ustadz atau kiyai mengerti
masalah hadits dan ilmu2 yang berkaitan dengan dunia hadits. Bahkan
beberapa ustadz kondang-pun terlihat sering membawakan hadits2 palsu di
televisi dengan atau tanpa mereka menyadarinya….masya Allah!!. Ini
bahaya…mereka bisa menyesatkan. Dan mereka hanya menjadi bahan
olok2/cemoohan dan tertawaan bagi orang2 yang mengerti ilmu hadits.

Ketahuilah…bisa saja sebuah hadits itu shahih(sah), atau dho’if (lemah),
maudlu (palsu), atau tidak ada asal usulnya (bathil/mungkar), tapi
mereka nggak tahu akan hal itu, yang mereka tahu cuma hadits ya
hadits…..yang penting hadits….apalagi kalau hadits2 itu kebanyakan
mereka ambil dari kitab “Al Ihya” karya Imam Ghazali (wafat 505H/
1111M). Ketahuilah, menurut Ulama ahli hadits Imam As Subki (wafat 756
H/ 1355 M) dalam kitabnya “At Thobaqot Asy Syafi’iyyah” dan Al Imam Al
Iraaqi (wafat 806 H/1404 M) dalam kitab “Takhrijul Al Ihya”, bahwa
didalam kitab “Al Ihya”  karya Al Ghazali tersebut hampir terdapat 900
hadits palsu yang tidak ada asal usulnya (laa aslaalahu). Sedangkan Al
Ghazali sendiri dalam kitabnya “Qonun Ta’wil” berkata, “aku bukanlah
ahli hadits, pemahaman haditsku hanya sedikit.”

Memang Al Ghozali adalah ulama Tasawuf besar dijamannya, bahkan masih
diakui kebesaran namanya di jaman sekarang oleh para pangikutnya,
tetapi, manusia mana yang tidak punya salah?

Nah, kembali ke soal maaf2an dan ziarah kubur sebelum ramadhan,
fenomena2 keawaman seperti ini dapat dijelaskan sebagai berikut ;

biasanya orang yang melakukan hal2 diatas (maaf2an dan ziarah kubur
sebelum ramadhan), mereka mendasarkan pada kebiasaan masyarakat awam dan
pada hadits palsu ini:

Ketika Rasullullah sedang berhotbah pada suatu Sholat Jum’at (dalam
bulan Sya’ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para
sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Aamin, terkejut dan
spontan mereka ikut mengatakan Aamin. Tapi para sahabat bingung, kenapa
Rasullullah berkata Aamin sampai tiga kali.

Ketika selesai sholat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah,
kemudian beliau menjelaskan: “Ketika aku sedang berhotbah, datanglah
Malaikat Zibril dan berbisik, hai Rasullullah aamin-kan do’a ku ini,”

jawab Rasullullah Do’a Malaikat Zibril itu adalah sbb:

“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki
bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: Tidak memohon
maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); Tidak
berma’afan terlebih dahulu antara suami istri;
Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka
Rasulullah pun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali.

Hadits diatas adalah Maudlu/Palsu, semua imam ahli hadits sepakat akan
kepalsuan lafazh hadits diatas dan hadits ini tidak ada asal usulnya.

Adapun yang benar adalah  hadits SHAHIH dibawah ini:

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian
berkata, “Amin, amin, amin”.
Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya
Rasulullah?”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang malaikat
Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut
nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’
maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi,
‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan
Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka
aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau
salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan
dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.

[Hadits SHAHIH Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim
4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin
Ujrah,diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644
(Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]

Kesimpulannya:

Maaf2an atau ziarah kubur itu bisa kapan aja.

Gak aturan syariat yang menganjurkannya sebelum bulan puasa. Atau lebaran.

Tidak ada tuntunan syariat saling meminta maaf dan ziarah kubur untuk
mengawali puasa karena meminta maaf dan berziarah kubur tidak menunggu
datangnya bulan puasa (bisa kapan saja) dan bukan merupakan bagian dari
ibadah puasa itu sendiri.

Kalau ada ustadz yang ngotot membolehkan maaf2an dan ziarah kubur khusus
sebelum bulan puasa, maka tidak dapat disangkal lagi bahwa ia awam ilmu
hadits dan dapat terjerumus sebagai pelaku bid’ah.

Barang siapa yang ber-istihsan (menganggap baik suatu perbuatan yang
berkaitan dengan masalah ibadah) yang tidak ada contoh serta dalil yang
shahih dari Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam dan dari para
sahabat Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, maka sesungguhnya ia telah
membuat syariat baru dalam agama ini, padahal Allah azza wa jall telah
berfirman semasa Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam masih hidup ketika
melakukan haji Wada’ diakhir masa2 turunnya wahyu :

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kamu Agama kamu”  Al Maa-idah
ayat 3 :

dan sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam :

” Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu amalan dalam urusan agama
yang bukan datang dari kami (Allah dan Rasul-Nya), maka tertolaklah
amalnya itu”. (SHAHIH, riwayat Muslim Juz 5,133)

juga sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam :

“Amma ba’du! Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah
(Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sejelek-jelek urusan adalah yang
baru / yang diada-adakan (Muhdast) dan setiap yang muhdast adalah bid’ah
dan setiap yang bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di
neraka” (SHAHIH, riwayat Muslim Juz 3, 11, riwayat Ahmad Juz 3, 310,
riwayat Ibnu Majah no 45)

Mudah2an risalah ini bermanfaat dan dapat membuka mata hati kita agar
dalam memahami agama ini tidak sekedar ikut2an dan untuk lebih semangat
lagi dalam mencari kebenaran dalam syariat Islam sesuai dengan apa2 yang
diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam,
diamalkan oleh para sahabat beliau.

Wassalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh.

Oleh: Novy Abu Ayaz



4 Responses to “AMALAN SEBELUM PUASA”

  1. subhanallah..
    betul ya ukhti, tidak seharusnya maaf2an dilakukan karena datangnya ramadhan. Sekiranya hal itu disyariatkan, tentunya rasulullah dan para sahabatnya merupakan orang yang paling bersemangat mengerjakannya. Tapi tidak ada satu riwayat pun yang shahih yang menyebutkan hal itu pernah dilakukan para salafush shalih.
    saya pun ramadhan kali ini juga dapet beberapa sms yang minta maaf gitu. Tapi ya gak saya balas dengan minta maaf jg, saya cuma bilang marhaban ya ramadhan, selamat menunaikan ibadah ramadhan, semoga ramadhan kali ini menjadi ramadhan yang paling indah.

  2. 2 zamilionaire

    iah mbb
    saia juja gga sukka yang pada ziarah2 itu… pada berdo di atas kubur…membaca Ayat Al Quran pula…hhoh

  3. Mungkin saya termasuk yang suka berziarah ke makam sebelum puasa, dan mungkin juga saya termasuk yang suka minta maap kalo sebelum puasa ramadhan datang. Bukan karena saya melakukan ibadah sebagai pelengkap puasa saya. Bukan.. Malah gak kepikiran hehehe. Toh saya juga ziarah ke makam tidak pas sebelum ramadhan datang juga, apalagi maap2an. Saya sering minta maap langsung, karena memang saya sadar saya banyak dosa dan salah sama orang lain.

    Tapi menurut saya, saya berziarah mendoakan keluarga saya yang sudah meninggal, kalo bertanya kenapa kok harus berdoa di makam sih… Karena itu menurut saya pribadi membantu kekhusyukan saya berdoa. Demi Allah bukan karena saya meminta ke yang sudah meninggal, tapi saya meminta kepada Allah, semoga memberikan tempat yang terbaik bagi anggota keluarga yang telah meninggal dan kembali kepada-Nya.

    Untuk bermaaf2an, apa ada yang salah ya? toh kita bener2 tulus meminta maap, semoga tidak ada lagi ganjalan di hati, dan semoga semua temen2 kita tidak lagi punya rasa sakit hati karena ulah kita. Apa sopan kita meminta di bersihkan dosa2 kita ke Allah, padahal sama orang yang kita punya salah malah belum meminta maap. hehhe. Tapi sekali lagi, saya memang masih awam, tapi Allah Maha Besar yang tau segala apa yang ada di hati umatnya. Oleh karena itu Allah menilai umatnya dari mulai niatnya. Bukan dari tindakannya. Dan manusia yang sangat memiliki keterbatasan, tidak mungkin bisa membaca niat manusia lain. Oleh karena itu, saya sangat takut kalo menilai dan menyimpulkan tindakan orang, karena hanya hak Allah membaca niat orang.🙂

    Semoga semua amalan kita bisa di terima oleh Allah, amiiin.

  4. Rizti Ayu Pawesti ini, nge-blog adalah ungkapan kebebasan..
    tapi bagi hidayat..ngeblog adalah mencari ketenangan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: