LEBAH MADU

31Aug08

Kurang lebih satu juta spesies serangga telah dikenal dalam ilmu pengetahuan. Peranan serangga sangat besar dalam menguraikan bahan-bahan tanaman dan binatang dalam rantai makanan ekosistem dan sebagai bahan makanan makhluk hidup lain.

Beberapa jenis serangga sangat berguna bagi kehidupan manusia. Seperti, lebah madu, ulat sutra, kutu Iak, serangga penyerbuk, dll. Serangga yang akan dibahas dalam makalah ini adalah lebah madu.

Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena suka hidup berkelompok meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku/familia Apidae, ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput. Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebahdan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali antartika.

Sebagai serangga, ia mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu, dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari malam yang terdapat pada badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.

Lebah telah hidup lebih lama dari manusia itu sendiri. Madu telah menjadi bahan pengobatan manusia. Kebanyakan dari manusia tidak terlalu mempedulikan serangga kecuali kalu kita disengat olehnya, atau mengganggu kita dalam situasi yang lain. Manusia secara tidak sadar telah menyadari, bahwa madu memiliki kelebihan dalam hal pengobatan dan sengat lebah pun bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif.

Madu bukan merupakan satu-satunya produk lebah, yang telah terbukti memberikan keuntungan bagi manusia. Ada juga serbuk madu atau serbuk sari lebah (bee pollen); beeswax, yaitu semacam substansi cairan kuning yang diproduksi oleh lebah; royal jelly; propolis; dan bahkan racun lebah.

Begitu banyak produk yang bisa muncul dari makhluk kecil ini. Hanya bisa dijelaskan dengan baik jika melihat kehidupan lebah dan bagaimana komunitasnya diorganisasikan.

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu mebuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit. Akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui ”ilham” dari Allah SWT sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 68 yang artinya :

Dan Tuhanmu mewahyukan pada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohin-pohon kayu, dan di tempat-tampat yang dibikin manusia.

Sarang lebah terbentuk dari terbentuk dari lorong-lorong sel berisi delapan yang disebut sebagai honeycomb, yaitu suatu tempat yang dibangun oleh lebah dengan lorong-lorong dan lubang untuk penyimpanan madu dan telur mereka.

Sel ini dibuat dari getah lebah, dimana lebah-lebah itu, setelah mengkonsumsi sejumlah besar madu, kemudian mengolahnya dalam suatu tempat di perut mereka dan dikunyah hingga lembut, siap untuk dibentuk sesuai dengan keinginan.

Mereka menggunakan lem lebah ini, atau propolis, untuk mengikat honeycomb dalam sarangnyadan untuk memperbaiki kerusakan atau mengisi ruang, dan bahkan untuk merawat sarang itu.

Terdapat ribuan lebah dalam satu sarang. Beberapa pendapat menyebutkan jumlah sekitar 40.000 hingga 60.000 ekor, lainnya menyebutkan antara 25.000 hingga 100.000 ekor.

Setiap lebah memiliki tugasnya sendiri-sendiri dalam sarang. Lebah betina memiliki peran penting dalam kelompok serangga ini. Perilaku dari lebah sangat ditentukan oleh perilaku lebah betina. Beberapa lebah betina dari spesies tertenti hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunannya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunannya belum menjadi lebah dewasa. Kadangkala beberapa lebah soliter memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan seperti ini disebut dengan istilah subsosial. Sementara pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing. Dalam satu kelompok atau koloni lebah madu, terdapat tiga tipe lebah, yaitu :

    1. lebah ratu;
    2. lebah betina atau lebah pekerja;
    3. lebah jantan.

Setiap tipe lebah memiliki tugas masing-masing. Lebah ratu hanya satu ekor dalam setiap koloni dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosom lebah rat adalah diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva ia diberi makan royal jelly yang kaya akan khasiat. Tugas utamanya adalah kawin dan bertelur. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir sehari. Harapan hidup lebah ratu adalah tiga tahun. Lebah ratu akan dibuahi oleh lebah jantan, yang langsung mati begitu selesaimembuahi lebah ratu. Jika ratu tidak dibuahi, maka larva tersebut akan menjadi lebah betina yang merupakan lebah pekerja.

Lebah pekerja memiliki tanggung jawab membangun dan mempertahankan sarang, mencari nektar (cairan manis yang berasal dari bunga tumbuhan) yang digunakan untuk membuat madu dan mengumpulkan serbuk tumbuhan, memberi makan dan membesarkan anak ratu lebah, mengatur aliran udara dalam sarang dengan sayap mereka dan melindungi sarang dari makhluk asing.

Lebah pekerja hanya hidup untuk satu musim, atau tiga bulan atau lebih sedikit. Lebah betina terbentuk tanpa melalui perkawinan atau disebut dengan partonegenesis dan mandul atau steril karena hanya memiliki satu set kromosom (haploid).

Lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk yang unik. Yaitu bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunalan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat. Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sember makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

Dalam sarang yang dijaga kesinambungan produksinya atas madu dan hasil lebah-lebah lainnya, proses pergantian ratu dalam sebuah sarang dilakukan oleh lebah penjaga, yang setiap tahun, mengganti ratu lebah yang telah tua dengan ratu lebah yang lebih muda dan lebih kuat.

Di lain pihak, ratu lebah tidak mempunyai kemampuan seperti disebut di atas. Dan bahkan tidak mampu memberi makan dirinya sendiri,brgantung sepenuhnya pada lebah pekerja. Ratu lebah memiliki peralatan reproduksi untuk menetaskan ribuan telur. Ia menyimpan telur-telur itu dalam ovipositor dan memiliki kantung penyimpanan sperma dalam perutnya.

Ratu lebah itu sebenarnya merupakan buatan, bukan terlahir sebagai ratu. Telur-telur yang ditentukan menjadi lebah pekerja disimpan dalam sel yang berukuran berdiameter 0,5 cm (0,25 inchi). Sel yang dipersiapkan bagi ratu memiliki bentuk yang berbeda dan lebih besar.

Penelitian ilmiah telah mengungkapkan bahwa setiap larva betina di bawah usia empat hari, yang ditempatkan dalam sel ratu lebah, akan berubah menjadi ratu lebah.

Bukan ukuran sel yang menentukan apakah larva tersebut akan berubah menjadi ratu. Apa yang dilakukan sel tersebut lebih berfungsi sebagai sebuah pertanda, yang membedakannya dengan sel lainnya. Sehingga lebah pekerja akan terus memberi makan larva yang ada di dalamnya dengan royal jelly, yang pada hari keempat, royal jelly tersebut tidak akan diberikan pada larva yang lainnya. Larva-larva yang tidak mendapat makanan royal jelly akan berubah menjadi lebah pekerja. Sedangkan larva yang terus diberikan royal jelly, kan berubah menjadi ratu lebah.

Lebah menjalani metamorfosis sempurna atau metamorfosis lengkap atau disebut dengan holometabola sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupa, yaitu:

    1. telur;
    2. larva;
    3. pupa (kepompong);
    4. imago (lebah dewasa).

Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, ataupun madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.



No Responses Yet to “LEBAH MADU”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: